WADAH FILSAFAT, LABORATORIUM
Kita dapat menempatkan
fungsi suatu obyek sebagai sebuah wadah laboratorium sesuai dengan substansi
yang dimiliki agar bermanfaat sesuai dengan kebutuhan hidup yang kita cari dan
inginkan. Sebagai sebuah tempat/wadah untuk bertukar ide dan pikiran terutama
kepada generasi muda dan kepada setiap orang sesuai dengan fungsi yang dimiliki
oleh masing-masing orang tersebut.
Seseorang yang
mencari ilmu dapat diibaratkan sesuai dengan jenjang ilmu atau tingkatan atau
gelar yang digeluti dan kompetensi dimiliki. Kita dapat ibaratkan bahasa
sindirannya atau guyonannya bahwa: S1 pecah telur, S2 kreatifitas, S3 belajar
hidup, professor membangun hidup. Jadi tugas beratnya sebagai seseorang sesuai
dengan jenjang ilmu yang dimiliki baik secara material maupun spiritual akan selalu
berjenjang pula.
Setiap orang
janganlah menutup diri tetapi kreatif dalam membangun hidup untuk mencari ilmu
dan pengembangan keahlian diri sebagai anugerah dari Tuhan, kemanapun ilmu itu
berada, untuk memperbaiki diri dan ilmu yang dimiliki dapat dimanfaatkan
diberbagai bidang sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Setiap yang memiliki
sebuah ilmu atau keahlian selalu dibutuhkan sesuai dengan substansi dan
eksistensi diri.
Jangan takut untuk
gagal, karena kegagalan adalah sukses yang tertunda. Sebuah peribahasa yang
masih dapat kita gunakan untuk membangun motivator dalam sebuah kratifitas
hidup. Seperti menjadi guru yang akuntabilitas mungkin bukanlah hal yang muda
dan itu memang bukan hal yang mudah bagi setiap orang karena akuntabiliitas itu seberapa jauh dipercaya. Menjadi
guru yang akuntabilitas, berarti kita dipercaya oleh orang tua untuk mendidik
anak/buah hatinya.Menjadi seorang yang akuntabel bukan hanya sebagai seorang
guru tapi mencakup antara ada dan yang mungkin ada, masih dicari dan
dipertanyakan akuntabilitasnya. Baik seorang itu masih hidup atau sudah mati.
Di kemajuan
teknologi saat sekarang ini, kita setiap yang ada pasti mempunyai kumpulan data
sesuai dengan kebutuhan yang dimilikinya. Folder-folder itu selalu menjadi
sarana prasarana bagi dia untuk membantu
setiap kerja yang dimiliki sesuai kapasitas wadah yang ada. Menjadi sarana
pengembangan diri , membangun hidup. Sebagai ciri dari setiap diri yang ada.
Sesuatu yang ingin
kita ketahui itu carilah ilmunya sendiri. Jangan berharap untuk diberi, tetapi
dicari sendiri karena dalam proses pencarian sebagai suatu ciri bagi dirimu
sendiri. Janganlah pernah jadi bayang-bayang dari orang lain tapi bangunlah
untuk kebutuhan dirimu sendiri. Karena tidak ada gunanya untuk mendapatkan
sesuatu jika hanya diberi tanpa sebuah usaha proses pencarian dan perjuangan. Maknanya
akan selalu berbeda sesuai dengan sensitivitas yang dimiliki setiap orang
antara ada dan yang mungkin ada.
Carilah wadah untuk
laboratorium yang akan kamu gunakan sesuai dengan kapasitasnya. Carilah sesuai
dengan apa yang ingin kamu peroleh dan kreatifkanlah setiap anugerah yang masih
dapat kamu miliki. Jadilah seperti angin yang menyentuh dengan lembutnya, membawa
sebuah kesejukkan, hanya dirasa tapi tak berbentuk karena kelembutan yang
dimilikinya. Bangunlah wadah filsafatmu dalam sebuah laboratorium.
Pertanyaan:
Dalam membangun
sebuah filsafat atau proses pencarian ilmu kita sering terintimidasi atau
terpengaruh dengan pemahaman orang lain sesuai wadah yang kita gunakan sebagai
sumber. Yang menjadi pertanyaan saya bagaimana cara agar kita tidak
terintimidasi atau terpengaruh tetapi membangun pemahaman kita sendiri? Terima kasih
PIVI ALPIA PODOMI
12709251008
PENDIDIKAN MATEMATIKA KLS C
12709251008
PENDIDIKAN MATEMATIKA KLS C
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Be Positive Ok