Rabu, 26 September 2012


Refleksi Pertemuan 2 Filsafat Ilmu

Sekeping Hati

Katanya setiap insan yang dilahirkan dan hidup dipermukaan bumi ini semuanya memiliki sekeping hati,
Sekeping hati itu katanya begitu sensitif ????
Sekeping hati itu katanya mencerminkan pribadi insan tersebut, jika baik hatinya maka baik pula seluruh jalan kehidupannya.
Mengungkapkan, menulis dan menggambarkan sekeping hati ini mungkin penuh dengan kata “katanya”, kenapa??? Ehmmm,, akupun hanya bisa berkata “katanya”, karena mungkin terlalu banyak orang yang juga dapat mengungkap dengan sebuah kata “katanya” untuk mewakili jutaan sampai milyaran kata hanya untuk sekeping hati.
Sekeping hati sering digambarkan dalam bentuk yang semua orang pun mengetahuinya, gambar sekeping hati sering dijadikan suatu yang menjadi sebuah identitas, gambar sekeping hati seringkali mewakili sebuah kata untuk mengungkapkan sesuatu yang sulit tuk diungkapkan lewat kata. Sekeping hati selalu menjadi inspirasi untuk dibentuk dan digambarkan dengan berbagai bahan yang pasti memiliki nilai tertentu untuk setiap insan yang menginginkan hati itu.
Sekeping hati katanya selalu mewakili rasa, segala rasa yang sulit diukur karena belum ada alat ukur yang bisa mengukurnya dan tak bisa dilogikakan karena seringkali hatinyapun tak tahu arti dari setiap rasa yang telah, sedang dan akan terjadi.
Hati selalu  ingin dirasa, hati ingin diungkapkan, hati ingin disentuh, hati ingin disapa, hati ingin ................................, dan selalu ingin .....
Begitu banyak arti hati yang ingin diterjemahkan untuk diketahui bukan hanya sang pemilik hati tapi juga orang lain yang ingin mengenal dan memiliki hati tersebut.
Hati-hati memiliki hati !!!!!!!!

Pertanyaan:
1.     Mengapa ada orang yang sulit untuk mengetahui isi hatinya??
2.     Mengapa ada orang yang selalu ingin mengetahui isi hati orang lain??



PIVI ALPIA PODOMI
NIM. 12709251008
PRODI. PENDIDIKAN MATEMATIKA KLS C


Refleksi Pertemuan 2 Filsafat Ilmu

Sekeping Hati

Katanya setiap insan yang dilahirkan dan hidup dipermukaan bumi ini semuanya memiliki sekeping hati,
Sekeping hati itu katanya begitu sensitif ????
Sekeping hati itu katanya mencerminkan pribadi insan tersebut, jika baik hatinya maka baik pula seluruh jalan kehidupannya.
Mengungkapkan, menulis dan menggambarkan sekeping hati ini mungkin penuh dengan kata “katanya”, kenapa??? Ehmmm,, akupun hanya bisa berkata “katanya”, karena mungkin terlalu banyak orang yang juga dapat mengungkap dengan sebuah kata “katanya” untuk mewakili jutaan sampai milyaran kata hanya untuk sekeping hati.
Sekeping hati sering digambarkan dalam bentuk yang semua orang pun mengetahuinya, gambar sekeping hati sering dijadikan suatu yang menjadi sebuah identitas, gambar sekeping hati seringkali mewakili sebuah kata untuk mengungkapkan sesuatu yang sulit tuk diungkapkan lewat kata. Sekeping hati selalu menjadi inspirasi untuk dibentuk dan digambarkan dengan berbagai bahan yang pasti memiliki nilai tertentu untuk setiap insan yang menginginkan hati itu.
Sekeping hati katanya selalu mewakili rasa, segala rasa yang sulit diukur karena belum ada alat ukur yang bisa mengukurnya dan tak bisa dilogikakan karena seringkali hatinyapun tak tahu arti dari setiap rasa yang telah, sedang dan akan terjadi.
Hati selalu  ingin dirasa, hati ingin diungkapkan, hati ingin disentuh, hati ingin disapa, hati ingin ................................, dan selalu ingin .....
Begitu banyak arti hati yang ingin diterjemahkan untuk diketahui bukan hanya sang pemilik hati tapi juga orang lain yang ingin mengenal dan memiliki hati tersebut.
Hati-hati memiliki hati !!!!!!!!

Pertanyaan:
1.     Mengapa ada orang yang sulit untuk mengetahui isi hatinya??
2.     Mengapa ada orang yang selalu ingin mengetahui isi hati orang lain??



PIVI ALPIA PODOMI
NIM. 12709251008
PRODI. PENDIDIKAN MATEMATIKA KLS C

Rabu, 19 September 2012

Refleksi Pertemuan 1 Filsafat Ilmu


Refleksi Pertemuan 1 Filsafat Ilmu
ARTI
Seseorang berfilsafat, berpikir, berencana, berkata atau hanya sebuah ungkapan dengan berbagai bentuk yang akan dijadikan sebuah arti ....
Saat setiap sesuatu, saat setiap yang direncanakan, saat setiap yang dicari, saat setiap yang dikejar, saat setiap yang diinginkan, saat setiap yang dibutuhkan, saat setiap yang diimpikan, saat setiap ............................. .................................................................,
setiap segala yang ada menanyakan sebuah kata “arti”. Arti dari setiap pemikiran, kata arti dari setiap rencana, kata arti dari setiap tindakan, kata arti dari setiap yang telah dikerjakan, kata arti dari......
 artinya apa ?????
dan kadang dari semua kebenaran, kadang tak dapat disentuh oleh pikiran manusia, saat rasio tidak lagi berkata ataupun hanya sekedar sebuah imajinasi,
pertukaran pikiran kadang hanya bisa di obrak abrik oleh kata dan waktu,
bawalah pikiran kita ke suatu yang tiada kepada yang ada, agar ketiadaan itu dapat terjawab, saatnyapun mencari arti.
Berfilsafat adalah bagian dari hidup, setiap hidup pasti berfilsafat walau kadang dia tak dapat menebak, dia tak menyadari kapan dan dimana itu terjadi, manusia siapakah yang akan terlibat atau hanya sekedar tuk mencari arti...
Artinya dimana???
Setiap orang mencari sebuah arti, karena dirinya ingin menjadi berarti walau kadang kata arti susah tuk didapat buat dirinya karena tak tau artinya ,..

Dan berkatalah arti pada sesuatu yang akan dank telah terjadi, karena kau arti, kutahu padahal aku tak mengenal,,
Wahai arti,,,
Wahai arti yang kini ingin kutarik arti, mengapa kau tak menyapaku???
Wahai arti selalu hampir semua orang mencarimu, dimanakah ka berkata??
Wahai arti. Dengan filsaat pun kau selalu punya arti


Pertanyaan: saat manakah menjadi arti bagi seseorangan dalam berfilsafat dan apa arti untuk dirinya berfilsafat ???


PIVI ALPIA PODOMI
NIM. 12709251008
PRODI. PENDIDIKAN MATEMATIKA KLS C

Jumat, 14 September 2012

      ARTI

kadang ku tak mampu menulis apa yang kupikirkan karena diriku pun tak mengerti,
artinya pun ku tak tahu apa lagi mengatakannya..
karena semua tak terkata dan tak ada kata yang bisa mewakilinya


dan semua kebenaran kadang tak dapat disentuh oleh pikiran karena bukan rasio yang berkata,
pertukaran pikiran kadang hanya bisa di obrak abrik oleh kata dan waktu.

bawalah pikiran kita ke suatu yang tiada kepada yang ada..
agar ketiadaan itu dapat terjawab...

ehmmmm,, sbuah kata "arti", masih dalam jejak pelacakan tuk mencari arti :-)

Posting Pertama

Bikin Blog itu, seperti naek sepeda. Pertama tidak terlalu tertarik tapi penasaran. Berusaha belajar tapi tidak pede jika tidak ada panduan. Selanjutnya takut-takut dan berusaha mencari bantuan. Setelah berlalu beberapa saat, mulai mengasikkan. Asalnya jatuh  bingung tentang setingan, tapi akhirnya, Ketagian euy.

Ini postingan pertama pada blog saya, blog yang entahlah akan di isi apa. Mungkin hanya berisi tugas-tugas kuliah, atau juga nantinya akan berisi berbagai macam petualangan yang telah saya derita. ah itu nanti saja.