Refleksi Pertemuan
2 Filsafat Ilmu
Sekeping
Hati
Katanya
setiap insan yang dilahirkan dan hidup dipermukaan bumi ini semuanya memiliki
sekeping hati,
Sekeping
hati itu katanya begitu sensitif ????
Sekeping
hati itu katanya mencerminkan pribadi insan tersebut, jika baik hatinya maka
baik pula seluruh jalan kehidupannya.
Mengungkapkan,
menulis dan menggambarkan sekeping hati ini mungkin penuh dengan kata
“katanya”, kenapa??? Ehmmm,, akupun hanya bisa berkata “katanya”, karena mungkin terlalu banyak orang yang juga
dapat mengungkap dengan sebuah kata “katanya” untuk mewakili jutaan sampai
milyaran kata hanya untuk sekeping hati.
Sekeping
hati sering digambarkan dalam bentuk yang semua orang pun mengetahuinya, gambar
sekeping hati sering dijadikan suatu yang menjadi sebuah identitas, gambar sekeping
hati seringkali mewakili sebuah kata untuk mengungkapkan sesuatu yang sulit tuk
diungkapkan lewat kata. Sekeping hati selalu menjadi inspirasi untuk dibentuk
dan digambarkan dengan berbagai bahan yang pasti memiliki nilai tertentu untuk
setiap insan yang menginginkan hati itu.
Sekeping
hati katanya selalu mewakili rasa, segala rasa yang sulit diukur karena belum
ada alat ukur yang bisa mengukurnya dan tak bisa dilogikakan karena seringkali
hatinyapun tak tahu arti dari setiap rasa yang telah, sedang dan akan terjadi.
Hati
selalu ingin dirasa, hati ingin
diungkapkan, hati ingin disentuh, hati ingin disapa, hati ingin
................................, dan selalu ingin .....
Begitu
banyak arti hati yang ingin diterjemahkan untuk diketahui bukan hanya sang
pemilik hati tapi juga orang lain yang ingin mengenal dan memiliki hati
tersebut.
Hati-hati
memiliki hati !!!!!!!!
Pertanyaan:
1. Mengapa ada orang yang sulit
untuk mengetahui isi hatinya??
2. Mengapa ada orang yang selalu
ingin mengetahui isi hati orang lain??
PIVI
ALPIA PODOMI
NIM.
12709251008
PRODI.
PENDIDIKAN MATEMATIKA KLS C
